
Rendahnya literasi merupakan masalah mendasar yang memiliki dampak sangat luas bagi kemajuan bangsa. Literasi rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas bangsa. Selain itu dampak-dampak fatal dari rendahnya tingkat literasi, yaitu : 1. Kebodohan masyarakat yang tidak berujung dan terus-menerus, 2. Mudahnya pendidikan berhenti atau masih tingginya angka putus sekolah anak, 3. Kemiskinan yang tidak terobati bahkan makin meluas, 4. Kriminalitas dan premanisme yang meniggi jadi sebab tidak tertib masyaarakat, 5. Sikap bijak yang gagal menyeleksi setiap informasi dan perilaku berkomunikasi yang emosional dan penuh sentimen.
Sorong, UMSorong – Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah rendahnya penguasaan literasi yang dapat dibuktikan melalui survei Programme for International Student Assesment (PISA). Servei ini menunjukkan bahwa Indonesia berapa di posisi 60 dari 61 negara dalam penguasaan literasi, Indonesia berada di bawah Singapura, Vietnam, Malaysia dan Thailand.
Satu tahun telah berlalu sejak tanggal 11 Maret 2021, saat WHO menetapkan wabah covid-19 sebagai pandemi global. Sejak saat itu banyak negara yang melakukan pembatasan interaksi sosial masyarakat demi untuk meminimalisir penyebaran wabah covid-19 ini. Begitu juga yang terjadi di Indonesia, langkah yang sama juga dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dampak dari pelaksanaan PPKM ini memaksa masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan rutinitas luar rumah untuk dilakukan dari rumah saja. Pembatasan interaksi sosial masyarakat dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam bidang ekonomi, industri, dan khususnya pada bidang pendidikan.
Perpustakaan merupakan pusat sumber informasi tulang punggung gerak majunya suatu institusi, namun di masa pandemi saat ini pelayanan perpustakaan adalah salah satu bidang yang amat berdampak akibat pelaksanaan PPKM ini. Sama halnya dengan pembelajaran yang bertransformasi dari pembelajaran offline menjadi online, pelayanan perpustakaan sudah saatnya untuk bertransformasi dengan menggunakan 2 layanan, yaitu layanan peminjaman buku fisik dan layanan peminjaman buku elektronik.
Pelayanan perpustakaan universitas tidak bisa diam saja dalam menghadapi kondisi saat ini, karena perpustakaan institusi memiliki peranan penting dalam meningkatkan literasi mahasiswa. Menghadapi tantangan kondisi saat ini, perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sorong telah mempersipakan sebuah sistem pelayanan perpustakaan berbasis digital, dimana dosen/mahasiswa dapat melakukan peminjaman buku fisik maupun peminjaman buku secara digital. Muhlis, S.I.P. Kepala Perpustakaan UMSorong saat ditemui, dirinya mengatakan bahwa “saat ini pelayanan perpustakaan akan lebih ditingkatkan lagi, apalagi di masa pandemi saat ini. Kami telah menyiapkan sistem perpustakaan secara daring, hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pelayanan pada masa PPKM saat ini, sehingga dosen dan mahasiswa dapat membaca buku-buku yang ada di perpustakaan UMSorong ini secara online.”